In The Future

 


In The Future
----------------------------------------------------------
Malam Guys, udah lama nih gw gak update cerita nya. ini cerita baru repost dari Creepypasta Indonesia on Facebook. Yuk simak ceritanya :)


London, 1880

Lily duduk menikmati alunan melodi indah yang entah dari mana asalnya. Ia pun mencari sumber suara itu dan menemukan seorang pria berjas hitam sedang memainkan piano di apartemen seberang rumahnya. Pria itu bernama Robert, ia memang suka memainkan beberapa alat musik dan banyak membuat kagum orang – orang seantero London.

“Hai namaku Lily, melodi yang kau mainkan sangat bagus sekali !!!” ucap Lily memuji

“Terima kasih Lily !!! namaku pasti kau sudah tahu kan?” jawab Robert besar kepala

“Ya aku tahu, kau pasti Robert si pianis handal itu kan. Seluruh warga London sudah pasti mengenalmu !!!” puji Lily kembali

“Iya aku tahu itu, tahu tidak aku membuat melodi indah ini tidak sebentar!!!” jawab Robert

“Waw hebat sekali, apakah kau membuat melodi itu sendiri?” tanya Lily

“Tentu saja, di kota ini hanya aku yang bisa membuat melodi seindah ini!!!” jawab Robert

“Hmmm oke aku percaya, baiklah maukah kau memainkan satu lagu untukku!!!” pinta Lily

“Apa??? Kau pikir waktuku tidak berharga??? Sudah pergi sana aku hari ini sangat sibuk !!!” ujar Robert marah

Lily yang tadinya kagum berubah menjadi kesal terhadap sikap Robert padanya. Ia pun melangkah pulang dan bergerutu.

Karena bosan dirumah, Lily pun pergi menuju taman kota untuk mencari hiburan. Ia pun mulai berjalan kaki menyusuri taman kota, tiba-tiba ia menabrak seorang Pria berkaca mata besar yang tampak seperti seorang kutu buku. Pria itu membawa banyak sekali lembaran kertas bergambarkan melodi – melodi lagu.

“Maaf aku tak sengaja, mari kubantu !!!” ujar Lily

“Tidak apa-apa, aku yang salah. Kau tidak usah repot membantuku” ujar pria itu

“Hei, apakah kau seorang seniman musik?” tanya Lily

“Iya, namun karya-karya ku diambil oleh orang tak bertanggung jawab. Ia mengambil karyaku dengan imbalan aku bisa mendapatkan uang dan dikenal sebagai Komposer di kota ini. Namun, ia menipuku dan mengambil karya-karyaku tanpa mencantumkan namaku.” Jawab pria itu marah

“Wah sangat jahat orang itu, ngomong-ngomong
siapa nama orang yang kau maksud?” tanya Lily

“Seingatku namanya Robert Winston, saat ini ia menjadi terkenal seantero London karena karya-karyaku itu!!!” jawab Haris

“Apa??? Kau yakin Robert yang melakukan itu???” ujar Lily kaget

“Iya benar, apa kau kenal dia?” tanya pria itu

“Iya aku kenal, Robert Winston adalah tetanggaku !!! siapa namamu?” tanya Lily

“Aku Haris, namamu?” jawab Haris

“Aku Lily, maukah kau bertemu dengannya? Aku akan membantumu dalam ketidakadilan ini!!!” ujar Lily

“Tapi, dia kini sangat terkenal!!! Pasti banyak yang membelanya nanti dan menuduhku sebagai perusak karirnya!!! Jawab Haris

“Tenang aku akan membantumu, pantas saja lelaki tak tahu diri itu sangat sombong!!!” ucap Lily kesal

Lily pun membawa Haris menemui Robert. Robert tinggal di lantai 5 sebuah apartemen di depan rumah Lily.

“Hai Tuan Robert Winston yang terhormat!!! Apakah kau kenal dengan pria ini?” ujar Lily menantang

“Kau...!!!” Robert terkejut

“Ya, dia ini adalah orang yang kau curi karyanya!!!” ujar Lily

“Tidak...tidak mungkin bagaimana bisa kau...” ujar Robert tergagap

Ia pun langsung mengambil sebuah pistol di laci mejanya dan mengacungkan pistolnya ke arah Lily dan Haris.

“Tidak tuan Robert, kau tidak bisa berbuat seperti itu!!!” ujar Lily takut

“Kalau aku bisa kau mau apa???” ujar Robert menantang

“Dooorrr!!!” terdengar bunyi tembakan

Ia menembak Haris tepat di dadanya. Haris tersungkur dan membeku seketika. Cairan merah hangat membasahi tubuhnya.

“Tidaaak!!!” teriak Lily

“Hahaha sekarang kau mau apa gadis manis!!!” ujar Robert tertawa

“Aku akan melapor polisi!!!” ancam Lily

“Tidak secepat itu gadis manis!!!” ujar Robert

“Dooorrr!!!” Robert menembak Lily tepat di perutnya

“Kau jahat, kau sangat sangat biadab!!!” teriak Lily

Darah segar pun merembas dan mengucur deras dari perutnya. Namun tak diduga, dengan sekuat tenaga ia bangkit dan mendorong Robert hingga pistol yang ia pegang terpental keluar jendela. Robert pun terdorong mendekati jendela apartemennya.

“Kau mau apa??? Sebentar lagi kau akan kehabisan darah!!!”ujar Robert meledek

“Aku tahu itu, tapi aku tidak akan membiarkan orang jahat sepertimu untuk merasakan kemenangan ini!!!” teriak Lily

Dengan sekuat tenaga ia mendorong tubuh Robert, hingga ia pun kehilangan keseimbangan dan jatuh dengan tulang yang patah. Robert pun tewas seketika dan Lily pun kehabisan darah.

Baca Juga : The Scratching Curse
----------------------------------------------------------------------

New York, 1962

James tampak sibuk sekali di kantor hari ini. Ia harus memindahkan meja-meja yang ada di ruangannya itu keluar, karena akan diganti dengan yang baru. Kebetulan ada seorang perempuan cantik yang melintas di ruangannya.

“Hai apakah kau keberatan membantuku?” ujar James

“Oh tentu tidak, apa yang bisa kubantu?” jawab Alice

“Tolong bantu aku memindahkan meja ini keluar, karena akan diganti dengan yang baru!!!” ujar James

“Oh, kalau boleh tahu siapa namamu? Aku pegawai baru di kantor ini!!!” ujar Alice

“Oh saya James, kok sepertinya kita sudah pernah ketemu ya? tanya James

“Hah benarkah? Bukankah kita baru bertemu hari ini!!!” jawab Alice heran

“Oh begitu maaf! Ngomong-ngomong siapa namamu?” tanya James

“Namaku Alice, mulai saat ini kita bisa menjadi teman!” jawab Alice

Hari demi hari di lalui mereka berdua dengan ceria. Mereka layaknya sepasang kekasih yang dimadu asmara. Hingga akhirnya James pun menyatakan cinta kepada Alice.

“Maukah kau menjadi pacarku?” pinta James

“Hmmm... Aku mau!” jawab Alice tersipu

Mereka pun menjadi sepasang kekasih yang serasi dan berjanji akan setia satu sama lain. Hari ini, bos peruahaan akan mengumumkan dua nama yang akan bersaing dalam perebutan kursi manager.

“Yang berhak untuk bersaing dan berpeluang menjabat sebagai manager adalah Ben dan ..... James!” ujar bos perusahaan

“Benarkah itu???” tanya James tak percaya

“Iya benar, kamu dan Ben berhak untuk bersaing karena kinerja kalian bagus!!!” ujar bos

“Tapi pak... bukankah James baru di kantor ini. Aku sudah sangat berpengalaman di kantor ini, tentu sangat cocok untuk duduk di bangku manager !!!” ujar Ben

“Sudah keputusan ini tak bisa diganggu gugat!!!” ujar bos

Nampaknya kebencian Ben terhadap James semakin menjadi. Ia merencanakan sebuah rencana busuk terhadap James untuk bisa menyingkirkan pesaingnya itu. Ia berencana untuk membunuh James. Malam ini kebetulan James dan Ben akan kerja lembur.

“Hai James, maafkan sikapku tadi pagi ya!!! Ini ada teh hangat untukmu!!!” ujar Ben

“Oh tidak apa-apa Ben, kita akan bersaing secara sehat kan? Ngomong-ngomong terima kasih tehnya!!!” ujar James

James pun meminum teh itu tapa menyadari ada racun didalamnya. Seketika tubuh James pun kejang-kejang dan matanya memerah. Ia pun tumbang dengan mulut yang berbusa . Tiba-tiba Alice datang dan terkejut melihat kejadian itu. Ia segera berlari untu melaporkan Ben.

Ben pun segera mengejarnya dan mengancam akan membunuh Alice jika ia mencoba kabur. Kejar-kejaran pun tak terelakkan. Alice berhasil keluar dari kantor, namun naas ia tertabrak oleh sebuah bis yang melaju kencang dan terpental hingga beberapa meter.

Ben menghampirinya dan menertawainya.

“Sudah ku bilang kau tidak akan bisa lari dari...” ucapan Ben terpotong

Ia terpental tertabrak sebuah truk yang lewat. Keduanya dinyatakan tewas.

----------------------------------------------------------------------

Beijing, 2014

Chen tak bisa tinggal diam. Ada sepasang kekasih yang selalu berlaga sok baik padanya. Minggu depan akan ada pementasan seni musik oriental yang akan di lakukan di sekolahnya. Siapa yang memenangkan pentas musik itu akan dipromosikan untuk kuliah ke luar negeri.

Namun Chen merasa dirinya tersaingi oleh Zhang dan Li yaitu sepasang kekasih yang mampu berkolaborasi dengan baik. Li mampu membawakan alunan musik oriental, sementara Zhang mampu memainkan Xiao (suling) dengan baik.

Sementara pementasan akan dilakukan seminggu lagi. Chen mulai tak tenang tentang pesaing kuatnya tersebut. Ia merencanakan sesuatu agar Zhang dan Li tidak bisa tampil di ajang itu.

Malamnya, saat Zhang dan Li sedang fokus latihan untuk pentas musik itu. Tiba-tiba datanglah seorang pria bertopeng dan membawa pisau besar. Pria itu mengancam akan membunuh mereka jika mereka ikut di pentas seni itu.

“Siapa kau??? Apa maumu??” tanya Zhang ketakutan

“Aku tidak meminta harta atau apapun dari kalian!!! Tapi aku hanya minta satu permintaan, jangan kalian ikuti pentas seni oriental itu atau kalian akan ku bunuh!!!” ancam pria bertopeng itu

“Memangnya kenapa??? Kami sudah latihan dengan matang untuk bisa ikut pentas itu!!!” ujar Li

“Sudah ikuti saja, atau pisau ini akan menembus dadamu!!!” ancam pria bertopeng itu

“Tidak!!! Kami tidak mungkin membatalkannya!!! Kami sangat siap untuk mengikuti pentas itu!!!” jawab Zhang

“Baiklah jika itu mau kalian!!!” jawab pria itu

“Sreeetttt...!!!” terdengar suara pisau menusuk kaki Zhang

“Ahhhhh!!!!” teriak Zhang karena kakinya tertusuk pisau tajam itu

Zhang pun pingsan seketika. Pria bertopeng itu pun akan menghujamkan pisau tajamnya itu ke dada Zhang. Namun, Li pun bertindak...

“Tidakkk!!! Kau jangan lakukan itu padanya!!!” teriak Li dan mendorong tubuh pria itu

Dengan sekuat tenaga Li berhasil membuka topeng pria itu dan terkejut mengetahui bahwa pria bertopeng itu adalah Chen.

“Apa yang kau lakukan Chen???” jawab Li Marah

“Sudah tidak usah banyak bertanya!!! Akan kuhabisi kalian!!!” ujar Chen

Chen pun berhasil mendorong Li hingga kepalanya terbentur meja. Li tampak tak sadarkan diri. Chen segera menghampiri Zhang dan akan menusuknya namun tiba-tiba ia merasakan hantaman keras di kepalanya. Chen pun tumbang dengan kepalanya yang banyak mengeluarkan darah,,,

“Tak akan kubiarkan kau membunuhnya lagi!!!” senyum kemenangan pun hadir pada Li

Ia pun segera membuang tongkat besinya dan segera mengobati Zhang

Akhirnya mereka pun memenangkan pentas itu dan hidup bahagia di New York.

“Sudah lama aku tidak kekota ini!!!” ujar Zhang

“Iya aku sangat bahagia dengan kemenangan kita!!!” ujar Li tersenyum
-----------------------------END-----------------------------

0 Response to "In The Future"

Post a Comment